Pendakian Gunung Merapi Jalur Sapuangin Klaten

Dikutip https://betwin188.website/ Jalur pendakian Merapi via Sapuangin Klaten dibuka kembali pada Mei 2017 setelah ditutup pasca erupsi Merapi 2010. Erupsi gunung Merapi pada 2010 telah menutup jalur pendakian serta membuat perubahan besar pada beberapa sisi gunung. Selain terbentuknya jalur kawah ke kaki gunung, aliran lahar dingin yang beberapa kali mengalir mengakibatkan kontur geografis berubah.

Gunung Merapi via New Selo adalah jalur pendakian paling populer dan resmi bagi pendakian gunung Merapi. Karena New Selo merupakan jalur utama dan satu-satunya, maka sering kali terjadi lonjakkan pengunjung khususnya di akhir pekan. Untuk itu pihak pengelola dari TNGM memutuskan untuk membuka kembali jalur pendakian lain yang sempat ditutup sejak lama, yakni jalur pendakian Sapuangin.

 

Basecamp Sapuangin terletak di Dukuh Pajegan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, kabupaten Klaten. Jalur ini sebenarnya dilewati juga oleh beberapa pendaki sejak 2016, namun hanya sebagian kecil saja karena jalur ini sangat ekstrim dan trek tertutup. Beberapa kegiatan seperti kegiatan camping dan pengukuhan juga sering dilakukan di kaki gunung Merapi di Sapuangin tersebut. Namun, untuk pendakian sampai atas masih ditutup. Hingga pada tanggal 12 Mei 2017 jalur pendakian Sapuangin diresmikan dan dibuka untuk para pendaki.

MENUJU LOKASI
Lokasi Basecamp Sapuangin cukup mudah ditemukan. Patokan utama adalah Kabupaten Klaten. Dari arah barat maupun timur tujulah arah Klaten. Gunakan GPS pada gadget kamu tentukan lokasi tujuan pada “Basecamp Merapi Sapuangin”

BASECAMP SAPUANGIN
Lokasi basecamp berada di perempatan jalan dan sudah direnovasi. Di basecamp disediakan beberapa fasilitas memadai seperti: WC, tempat istirahat lesehan, warung kopi/minuman, parkir luas muat untuk beberapa mobil.

TARIF
Retribusi TNGM : Rp 11.000/orang
Parkir motor inap: Rp 5000
Parkir motor tidak inap: Rp 2000
Kopi panas: Rp 3500
Gorengan: Rp 500

KETERANGAN MENGANAI JALUR
Jalur pendakain Sapuangin sangat ekstrim dan terbatas untuk spot mendirikan tenda, maka tiap hari/pendakian dibatasi hanya 20-30 orang saja. Panjang jalur adalah 3x medan pendakian via New Selo. Jalur awal berupa hutan landai dan beberapa trek naik 90 derajat. Selanjutnya adalah trek dengan kanan-kiri jurang dengan kedalaman 200-500 meter dipenuhi dengan semak-semak setinggi 1 meter. Sebelah kiri jalur adalah “Kali Woro” yang merupakan salah satu tampat aliran lahar dan jurang. Panjang jalur total dari basecamp hingga Pasar Bubrah adalah 5,4 km. Tiap 100 m kita akan menemui patok atau penanda yang dibuat dari pipa, totalnya ada 54 (berarti 5400 meter).

MEMULAI PENDAKIAN
BASECAMP – POS 1 (1597 meter, 2 jam)
Perjalanan dari basecamp menuju Pos 1 cukup jauh, yakni menempuh jarak sekitar 1597 meter dan menghabiskan waktu 2-3 jam.

POS 1 – POS 2 (768 meter, 2 jam)
Dari Pos 1 menuju Pos 2 jaraknya lebih pendek yakni 768 meter, namun trek yang akan dilewati lebih terjal dari sebelumnya. Kita akan melewati trek dengan kemiringan tajam yang membuat muka bertatap dengan lutut.

POS 2 – Camp Yoyok – POS 3 (1055 meter, 2 jam)
Dari Pos 2 menuju Pos 3 jaraknya cukup jauh yakni 1055 meter. Trek yang akan kita lalui lebih berat dan ekstrim dari sebelum-sebelumnya. Treknya yakni berupa semak belukar setinggi 1 meter, kemudian trek naik-turun karena kita harus melewati beberapa punggungan. Di pertengahan kita akan menjumpai PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan kita dilarang membuat tenda di situ karena jika hujan akan berbahaya. Selanjutnya kita juga akan berjumpa dengan Campo Yoyok alias pos bayangan.

POS 3 – POS 4 (835 meter, 2 jam)
Dari Pos 3 menuju Pos 4 kita akan melewati beberapa punggungan lagi dengan kanan-kiri jurang dalam.

Sebelum sampai di Kebo Kluyur, kita akan menjumpai pertigaan ini. Jika kita ke kanan maka kita akan sampai di atas Batu “Kebeo Kluyur” (batu besar) dan jalan buntu. Jika ambil arah kiri maka itu jalur yang benar, yakni menuju pos 4.

Pos 4. Di lokasi ini kita bisa mendirikan tenda dan terlindung dari panas karena berada di bawah batu besar. Di pos 4 mampu menampung 5-6 tenda.

POS 4 – Pasar Bubrah (1141 meter, 45 menit)
Dari pos 4 menuju Pasar Bubrah tidak membutuhkan waktu yang lama. Perkiraan jalan santai bisa 30-45 menit jika tanpa tas karir.

Dari Pasar Bubrah naik ke puncak Merapi memakan waktu hingga 1 jam. Treknya pasir dengan kemiringan hampir 90 derajat.

Rangkuman perjalanan naik:
Basecamp – Pos 1 (2 jam)
Pos 1 – Pos 2 (2 jam)
Pos 2 – camp yoyok – Pos 3 (2 jam)
Pos 3 – Pos 4 (2 jam)
Pos 4 – Pasar Bubrah (45 menit)
Pasar Bubrah – Puncak (1 jam)

Perjalanan turun dari puncak menuju pasar bubrah sekitar 20 menitan. Dari pasar bubrah hingga basecamp jika dikalkulasikan total turun jalan santai mencapai 4 jam.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *